1 bulan bersama Rama, si-anak baru

‘SANGAT’ terasa tanggal 5 ini,  Rama sudah usia 1 bulan, apa yang terjadi adalah sudahlah terjadi :p sy rasa ini bukan sy yg alami, semua ibu pun mengalami even yang tinggal bersama keluarga besar. Review sedikit, mudah2an menjadi cerita2 bikin ketawa suatu saat nanti pas baca ulang.

Minggu ke-1

Jadi Satpam, tiap 3 jam ksi bangun Rama, 2 jam dink, karena butuh stengah jam sendiri usaha untuk obrak-abrik si-anak baru, stengah jam bersama kebingungan si-anak baru mencari puting, padahal puting sudah posisi didalam mulut. phiuff.. Minggu ini tidur masih nyenyak, hidup rasanya masih yang terindah, karena masih ada Eyang, banyak tamu, banyak kado, banyak cemilan, banyak dopping, banyak hantaran dari tetangga. hehe. Rumah masih rapi2 versi saya hehe.

Bonding alias kedekatan sama bayi, masih so-so lah, masih anggap dia makhluk kecil anak saya yg ke-2, adiknya Roma, oia Roma masih terurus/t-handle dengan baik sekali.

Minggu ke-2

Si-anak baru mulai bangun sendiri tiap 2 jam-an lebih dikitlah, kadang masih dibangunkan, tapi sudah jarang. Mulai tidak tidur nyenyak, Eyang sudah pulang, sudah mulai mahir “harus” mandikan Rama sendiri. rumah sudah mulai banyak yg tidak terurus, makanan sudah harus stok, karena jam masak rasanya sdh tidak terpikirkan, sudah mulai kerepotan juga dengan Roma.

Bonding masih sama sama minggu ke-1. Roma yang makin sayang dengan Rama, selalu mau dekat, apalagi kalau mau tidur mesti sentuh2 Rama, yg hasilnya bikin Rama “ngek” Bunda sudah mulai menegur Roma.

Minggu ke-3

Si-anak baru mulai merasa ini dunianya sendiri, bukan dunia perut lagi, mau 15 menit bangun, mau 1 jam bangun, mau 3 jam bangun (tidak pernah nih), terserah dia, dan nangisnya sudah mulai teriak2, melengking, dan tidak pakai awalan yg rendah, hasilnya bunda terkaget2, baru mulai beranjak “eits” ada yg nangis, gak jadi beranjak, Nenen lagi. Hidup sudah mulai tidak karuan, tapi masih waras, ini lah mungkin dibilang baby blues klo di Makassar bilang “masa koro-koroang”. Roma bahagia, pagi main pulang sore, ga makan minum, klo ditanya minum dimana? dimesjid, makan dimana? makan bareng teman. :p Rumah sangat berantakan. Tapi anehnya sy mulai jatuh cinta sama si-anak baru padahal dia yg bikin sy lupa tidur nyenyak, bikin kesal, marah, bingung, nangis, bikin senyum2 juga. Minggu ini juga malah kangen sama tidur nyenyak peluk2an dengan kk Roma, cerita2 sebelum tidur. Kadang tidak sadar pas liat Roma “eh anaknya sudah tidur”. kangen kk Roma, padahal 1 kamar juga tidurnya :p

Minggu ke-4

Si-anak mulai nggemesin, pipinya tembem, suaranya sdh mulai berubah, makin jatuh cinta, walaupun minggu ini hidup masih berantakan jadwalnya. Ayah, bunda, Roma makin sering jahilin Rama, dicipok lah, dikagetin, hahaha, si-anak baru juga sudah jadi tempat curhatan bunda, karena Rama sudah mulai fokus dengan suara. Yg paling bikin gemes klo lagi ngulet atau “bakuat” kalo org Manado bilang sampe mukanya jelek, hitam, kerut sana sini, sampe kentat kentut, abis itu kaget sendiri sama kakinya yg jatuh,, abis itu normal lagi, :p

Di minggu ini juga kk Roma banyak membantu, ambilkan ini itu, kalau bunda lagi repot, malah gak ada roma ga asik dirumah, xixixi Jadi kalau ditinggal kk Roma main, rasanya “alone”.

Hehe dari tadi Ayah kelupaan disebut, so pasti yang full support mendatangkan sesuatu dari luar rumah adalah Ayah yeeayy. Apalagi menjelang malam, kedatangan Ayah adalah yang paling ditunggu. Suka merasa kalau malam datang rasanya horor (capek+Rama nangis+ngantuk = horor).

Tapi ini bakalan yang dirindukan saat si anak baru mulai membesar ^_^

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: