29 week – Kalapkah persiapan kali ini

Apa ya perbedaan mempersiapkan perlengkapan kelahiran anak pertama dan kedua? Bagiku ini sangat berbeda, dan bukan maksud membedakan. Ini karena lebih menyesuaikan keadaan dengan pengalaman yang sebelumnya.

Saat anak pertama, membeli perlengkapan sekali saja, pas usia kehamilan masuk 9 bulan, tetapi kalapnya minta ampun, sudah bawa tunai, pakai debit pula. Saat itu rasanya membeli itu pakai perasaan, setiap melihat sesuatu, kata hati berkata,”rasanya ini perlu” rasanya itu perlu” rasanya yang sana juga penting” semua pakai “rasanya”. Hasilnya, pulang dengan membawa ini itu dan hasilnya banyak yang tidak terpakai, bahkan sampai Roma batita.

Kali ini, mempersiapkannya begitu berbeda, lebih santai, tidak memikirkan harus beli ini itu, hanya yang penting2 saja dibutuhkan. Di usia 29 week ini alias 7 bulan, saya sudah mulai menyicil beli ke baby shop, diusahakan harinya hari minggu, karena bisa diantar Ayah dan kk Roma dan tiap minggu selalu ke baby shop yang berbeda. Walaupun 2 orang ini gak ada fungsinya saat di toko, Ayah langsung cari posisi enak duduk disofa sibuk dengan smartphonenya, kk Roma langsung menuju ke lemari mainan, walaupun tidak ada yang berhasil kebeli dari semua permintaannya. Hahahhaahaa… Senjata Bunda, “kali ini budgetnya buat dede, kk kan sudah lewat masanya, kk itu bukan mainan lagi, tapi belajar” alhamdulillah kk mengerti, secara umurnya dah 6 tahun. Kenapa tidak online, karena sekalian cuci mata, refreshing liat baby stuff yang lucu2, secara sudah lama tidak punya baby.

Budget juga sudah tidak kalap lagi, sudah ada perencanaan yang matang, secara ibu2 banyak tanggungan dan batasan budget. Oia, kali ini dapat hadiah tahun baru juga dari Eyang, sebenarnya buat kk Roma, tapi kepake buat dd juga . hihiihiiii.Senangnya, kali ini sudah bisa menjahit kasur dan bantal bayi sendiri, pakai busa bekas dari kasur busa yang tidak terpakai. Stroller kk Roma juga masih bagus, saya buatkan alas kasur sendiri. Untungnya juga banyak kain2 dari Eyang saat liburan tahun baru ke Jakarta. bedong, alas ompol juga buat sendiri, kain dapat gratis dari Eyang. Memang insting Eyang ada benarnya, padahal saya tidak minta dibawain kain, malah kepakai semua, alhamdulillah. Rasanya semuanya sudah lengkap, tinggal beli jamu setelah lahiran, kalau gak beli sekarang, bakal tidak ada waktu untuk beli setelah lahiran, malah mungkin kelupaan. Btw, saat Roma, ga pernah minum jamu2an, ga pakai bengkung/korset/gurita2an, entah kenapa, sekarang malah merasa itu penting.

Share Tips:

  1. Beli pakaian bayi di baby shop di mall atau ruko,karena harga pakaian standard, kualitas bahan bagus.
  2. Beli kelambu bayi, kain batik, bengkung/korset/gurita, peralatan umum seperti bak mandi, di toko pakaian bayi dipasar tradisional, karena harganya murah mencengangkan dengan kualitas bahkan merk yang sama dibanding toko di mall.
  3. Jangan lupa bawa botol minum sendiri, supaya tidak tergoda membeli minuman  botol yang bersoda atau jenis teh2an dan minuman botolan lainnya.
  4. bawa cemilan buat kk supaya anteng.
  5. Cek kapasitas batere smartphone suami sebelum berangkat, usahakan penuh supaya anteng selama menunggu.

20160131_13232320160131_13092620160131_124745

Doakan ya, semoga bisa lahiran normal di Bu Bidan, prosesnya aman lancar, sehat, keluarga sehat semua dan ASInya cepat keluar dan cukup untuk bayiku nanti.

^_^

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: