Kembang di Situs Perjanjian Linggarjati

Gedung Perundingan Linggarjati adalah tempat diadakannya perundingan antara Republik Indonesia dengan Pemerintah belanda pasca perang kemerdekaan. terletak di desa Linggajati kecamatan Cilimus kabupaten Kuningan. Gedung ini dulunya adalah Hotel Linggarjati. Berikut sedikit sejarahnya

museum-linggarjati

Gedung Perundingan Linggajati merupakan saksi sejarah tempat dilaksanakannya Perundingan Linggajati pada bulan November 1946. Karena tidak memungkinkan perundingan dilakukan di Jakarta maupun di Yogyakarta (ibukota sementara RI), maka diambil jalan tengah jika perjanjian diadakan di Linggajati, Kuningan. Hari Minggu pada tanggal 10 November 1946 Lord Killearn tiba di Cirebon. Ia berangkat dari Jakarta menumpang kapal fregat Inggris H.M.S. Veryan Bay. Ia tidak berkeberatan menginap di Hotel Linggajati yang sekaligus menjadi tempat perundingan.

Delegasi Belanda berangkat dari Jakarta dengan menumpang kapal terbang “Catalina” yang mendarat dan berlabuh di luar Cirebon. Dari “Catalina” mereka pindah ke kapal perang “Banckert” yang kemudian menjadi hotel terapung selama perjanjian berlangsung. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sjahrir menginap di desa Linggasama, sebuah desa dekat Linggajati. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta sendiri menginap di kediaman Bupati Kuningan. Kedua delegasi mengadakan perundingan pada tanggal 11-12 November 1946 yang ditengahi oleh Lord Kilearn, penengah berkebangsaan Inggris. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_perundingan_Linggarjati)

Dari Cirebon, sekitar 30km, ditempuh selama 40 menitan, jalan menuju Linggarjati, disajikan pemandangan sawah, dan Gunung Ciremai. Suhu dingin menyegarkan, dengan jalanan beraspal.

Menuju gedung ini, agak sedikit menanjak,disebelah gedung ini ada warung2 penjual makanan dan souvenir. Yang paling saya suka adalah taman yang luas didepan gedung ini, berundak2 dengan pohon2 yang rindang, angin sepoi2, bunga2 warna-warni, sungguh wonderful.

Kalau kesini, pagi2 maka saat menuju pulang, di sepanjang jalan akan banyak penjual serabi khas Kuningan, memakai taburan oncom pedes. Disajikan dengan gorengan dan the manis panas, harganya pun murah, hanya Rp. 1000/serabi. Makannya juga tidak ada kursi atau meja khusus, bisa langsung lesehan di pinggir jalan.

240620122393

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: