Puisi ‘Mamat`_ Sepucuk Surat untuk Irma “Kenangan Proklamasi Terakhir Gunung Bawakaraeng”

sedih bacanya,

ternyata ada kisah sedihnya tho,,, jdi ksian paksa2 kawin hehehe

http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/08/17/sepucuk-surat-untuk-irma-kenangan-proklamasi-terakhir-gunung-bawakaraeng/

“Saya tak sempat lagi menemanimu menghela nafas di setapak yang terjal menuju puncak gunung seperti janjiku padamu,ini tahun kedua kita tak bertemu seperti janjiku padamu setiap hari perayaan kemerdekaan negeri ini saya mencarimu di keramaian para pendaki gunung dengan semangat kemerdekaan menggapai puncak dan mengibarkan merah putih,maaf”

Bersama tarian edelweis yang dihembus angin namamu abadi pada suara jejak  para pendaki meski namamu hanya menjadi simbol pada sebuah prasasti tentangmu,pohon-pohon santigi masih setia menemanimu menatap dan menikmati hamparan pemandangan dengan semilir angin yang manja membelai setiap tubuh-tubuh yang lelah.

Hampir sepuluh tahun sudah sejak kepergianmu saya belum bisa melupakanmu dan mencari kekasih sekaligus kawan setia pada setiap petualanganku menggapai puncak-puncak gunung di negeri ini,negeri yang bernama indonesia yang kini berusia enampuluh tujuh tahun,pada setia tanggal tujuhbelas agustus saya selalu menyempatkan untuk mengenangmu dalam setiap tulisan sembari memandang potret-potret kenangan tentang saya,kamu dan mereka,rambutmu yang panjang tergurai dengan senyum manismu yang khas belum mampu membuatku melupakan dirimu.

Irma,banyak kenangan yang teramat sulit aku lupakan termasuk saat kau harus menghembuskan nafasmu yang terakhir di pangkuanku,wajahmu tidak menampakkan sebuah penyesalan menjadi seorang pendaki gunung yang terkadang harus berhadapan dengan cuaca yang ekstrim,kau telah menguatkan aku kala aku harus menyerah pada jalur pendakian dengan kepungan badai khas pegunungan untuk menjemput sahabat-sahabat yang terjebak badai,hingga sesuatu terjadi dan itu merenggut nyawamu,merenggut seorang kekasih dan kawan setia dalam setiap petualnganku

Sepuluh tahun yang lalu kini telah berbeda gunung yang terakhir kita daki kini sudah tidak seperti dulu,hanya tersisa sedikit panorama khas pegunungan saat ini dengan khiasan parasasti bertuliskan namamu,Gunung Bawakaraeng telah menyimpan kenangan terakhir kita,kenangan yang entah sampai kapan akan terjaga dengan pepohonan santigi dan tarian edelweis kala musim pendakian.

1 Comment (+add yours?)

  1. akmasuatan
    Aug 27, 2012 @ 01:46:19

    nangis klo baca ini,,,,
    tetap semangat Mat, selalu ada kisah dalam kehidupan, dan hidup harus tetap berjalan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: