Membuat Serabi

Sekitar 1 Bulan sebelum Ramadhan, Roma sudah mulai doyan ‘serabi’, kue khas di Cirebon yang pasti ada di hampir setiap ruas jalan, dengan harga 100-an 1 bijinya dibuat dari tepung beras dan santan. Setiap pagi selain beli nasi kuning pasti beli serabi.

Hari Pertama Ramadhan, Roma bangun pagi, dan mencari serabi. setelah keliling sekitar kompleks dan t4 biasa beli, tidak ada yang jualan, berbagai cara digunakan untuk meyakinkan Roma kalau hari ini puasa, dan tidak ada yang jualan serabi.

Hari ke-2 nemu serabi di booth Kabita Serabi saat beli es buah untuk buka puasa, tapi si Mas-masnya baru bersiap untuk buka, Roma ngamuk didepan gerai serabi itu minta serabi, dan si MAsnya mungkin kasihan, akhirnya membuatkan serabi dadakan dengan adonan yang tidak lengkap, dan akhirnya Roma pulang dengan senyuman, sambil makan serabinya.

Hari ke-3 konsultasi di kantor dengan Ibu Security, yang ternyata pernah jualan serabi, akhirnya disaranain buat sendiri aj, ternyata gampang.

siangnya saat jam istirahat kantor Bunda ke pasar cari cetakan serabi dari tanah liat
, jadilah Bunda buat serabi untuk Roma tiap pagi dan sore bahkan malam untuk bekal Tarawih di mesjid.

so easy, cuma campur2 tepung beras+air+garam untuk yg gurih+keju atau klo manis campur ceres + gula+keju.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: