Kopi disajikan untuk Roma

Membaca status FB Rahmat Suatan, sama dengan membaca kiriman puisi2 indah dari seorang sastrawan. Mungkin suatu saat aku atau anak-anakku akan membukukannya. Ada suatu yang istimewa dari bait-bait puisinya, ada yang diciptakan khusus untuk seorang anak kecil bernama Abdurrohman Mubaarok, Saya yakin bait2 puisi ini akan berguna dalam menemani langkahnya menapak dunia, paling tidak akan menghiburnya dan membuatnya tertawa sejenak saat arungi dunia ini

^_^

17 Januari 2011

duduk sini nak dekat pada om,jangan kau gangu ibumu,engkau lelaki kelak sendiri…kodong……rinduku

27 Januari 2011

Roma,-saya baru saja mendatangi sebuah rumah yang hampir sama dengan kamu yang selalu dirindukan dengan jenaka dan kepolosanmu,mungkin suatu saat kamu dan dia akan berteman dengan setiap jengkal tanah daeng ini..

27 Januari 2011

,-dirumah itu ada seorang nenek yang sama dengan almarhum nenekmu,dirumah itu juga ada seorang pekerja seni sama seperti dirumah yg pernah kau luangkan waktumu sekian bulan

27 Januari 2011

Apa kabar roma”titik rindu pada potret mungil”

10 Februari

Kelak Bila Kau dan Dia bertemu pada sebuah kesempatan kalian akan menceritakan kisah asmara secangkir kopi dan sajak rindu makassar jakarta yang biasa kutulis saat aku telah disuguhkan secangkir kopi dari rumah yang penghuninya hampir punya kemiripan….

 Roma, kembali kunikmati secankir kopi dari sebuah rumah yang pernah kusajakkan untukmu, kusempatkan memegang jari kecil seorang anak yang membawa rinduku padamu, sisa hatiku berucap agar kelak jarinya mampu memainkan simponi rindu sepertiku…

 10 februari 2010

,- tetap didepan mata saya yang setengah mengantuk sebuah potret seorang anak laki-laki yang masih polos dan usianya kuyakin belum setahun sedang memukul sebuah gong yang memekarkan kerinduan ditaman sajak, munajatku terpatri pada anak laki-laki itu agar kelak dia menjadi seorang anak yang tangkas, berani, patuh dan mempunya kecerdasan dengan sentuhan sastra seni, matahari, bintang dan bulan kuanggap pantas mewakili sosok anak itu bila kelak dia sudah mengenal hitam dan putih dunia ini…

2 Comments (+add yours?)

  1. yani andaresta
    Feb 18, 2011 @ 13:41:47

    gimana yah rasanya punya om seperti dia

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: