10 Misteri Bayi Terpecahkan

28 Juli 2010,

Tak ada salahnya, bagi Ibu2 bekerja browsing tentang perkembangan anak, (Ya iya Kali, emang ada yg bilang salah) gpp, ni lagi belajar menulis.. hehehe.. Kebetulan pekerjaanku sudah selesai, sambil tunggu makan siang, kutuangkan tentang sedikit pengetahuan yang kudapat, dan dari pengalamanku dengan Roma.

1. Akhirnya bayiku merangkak

di usianya 6 bulan menjelang 7 bulan.

Pemecahan misteri: “Merangkak adalah keterampilan yang sifatnya teknis, dan tak ada cara paling benar untuk melakukannya,” kata Alison Gopnik, Ph.D., profesor psikologi di University of California, Berkeley, sekaligus penulis The Scientist in the Crib. “Beberapa bayi merayap di atas perutnya; sedangkan lainnya merangkak mundur. Sebagian lagi malah tidak pernah merangkak – dari duduk langsung berjalan.”

Gopnik menambahkan, “Bayi yang bobotnya lebih berat butuh waktu lebih lama untuk berlatih merangkak ketimbang bayi yang lebih kurus. Ini berarti bentuk tubuh bisa mempengaruhi gaya merangkak si kecil.”

Nah ini dia yang terjadi pada Roma, BB Roma tergolong normal, dan tidak gemuk, mungkin hal ini yang membuatnya cepat merangkak, karena tubuhnya ringan. ^_^

2. Reaksi si kecil suka berlebihan

Saat usianya 3 bulan, melihat orang yang membalikkan muka padanya, langsung tertawa terbahak-bahak

Pemecahan misteri: Anak sering bereaksi berlebihan begitu menemukan sesuatu yang kontras. Tapi, itu juga merupakan pertanda baik. “Reaksi tersebut adalah sinyal kalau bayi semakin matang dan mampu membedakan sesuatu yang benar-benar lain,” tutur Stefanie Powers, pakar tumbuh kembang anak di Zero to Three, Washington, D.C. Bisa jadi, bayi Anda untuk pertama kalinya akan memperhatikan hal kontras yang ada di atas lantai, sesuai jarak pandangnya.

3.  Apakah sudah benar-benar bisa berteman?

Suatu hari ada Undangan perayaan Ulang Tahun pertama anak tetangga, sebenarnya bayiku sudah beberapa kali bertemu anak ini, ketika bayiku diberi makan sambil berjalan2 dikompleks. Yah hanya sekedar melihat tidak sesungguhnya berteman.

Apakah ini saat yang tepat Bayiku berteman, walaupun usianya jauh, Bayiku saat itu masih 5 Bulan, kupikir tak ada Salahnya toh mereka masih bisa dikatakan sebaya.

Reaksinya;  ternyata diam dan hanya menoleh kanan kiri, dan berekspresi tak mengerti kenapa banyak orang, tidak rewel, banyak diam, seperti berpikir koq banyak orang… hehehe…

Pemecahan misteri: “Selama ini, bayi-bayi dianggap tidak pernah memperhatikan anak lain,” kata Powers. Juga, tambahnya, ada daya tarik tersendiri dari gerakan cepat seseorang yang setinggi jarak pandangnya. “Bayi-bayi biasanya tertarik pada anak-anak yang duduk di lantai bersamanya dan suka bermain, serta tidak suka duduk diam di kursi seperti halnya orang dewasa.”

4. Koq tak ada capeknya

Mentang-mentang sudah bisa merangkak, berdiri nempel di tembok, memegang sofa, hal itu diulangnya berulang, seakan tidak ada capeknya, yang melihat malah bilang, “Ni anak g pusing apa?”

Pemecahan misteri: “Bayi belajar melalui latihan,” ujar Lise Eliot, Ph.D., penulis What’s Going On in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life. Mengulangi suatu tugas sampai berkali-kali amat besar manfaatnya bagi si kecil: Hal itu bisa memperkuat otot-otot dan membangun ‘jalur’ baru dalam otak, sehingga ia makin piawai saat melakukan berbagai gerakan. Semua itu membuat keterampilan motoriknya kian oke.

5. Sudah ngantuk, tetap saja tidak mau tidur

Dari pagi hanya tidur sebentar, ini sudah siang masih lincah saja bermain, mengelilingi ruang tamu teras-ruang tamu-teras, padahal seringkali menguap, dibawa ke tempat tidur malah ngoceh dan ingin merangkak lagi.

Pemecahan misteri: “Semakin muda usia bayi, semakin sulit bagi mereka untuk beralih dari satu kondisi yang membangkitkan semangatnya ke kondisi lain,” kata Gopnik. Sementara orang dewasa bisa secara bertahap mengikuti kantuknya, para bayi justru beralih dari suasana terjaga dan gembira ke kondisi super capek dalam sekejap mata. Perubahan mendadak ini membuat mereka butuh bujukan orang dewasa untuk tenang lagi.

6.  Ngomong Apa Nak, Ngoceh-ngoceh gak jelas

“awa-wa-ba-wa-wa”,  “ay-ya-ya-ma”, A-yyah”, “wa-wa-wa-wa-wa”,  “aaaaaayyyyyyyyy”, kata itu sering diucapkan sambil merangkak, memegang benda, sambil berdiri, sambil duduk, artinya tidak Jelas. Aku mengistilahkan Bahasa Bayi, dan dengan lebaynya orang rumah pun ikut berkomunikasi dengan bahasa bayi…hehehe :p

Pemecahan misteri: Suara-suara ini adalah satu bentuk dari permainan vokal, yang merupakan bagian dari proses belajar bicara. “Awalnya bayi akan membuat suara semacam ini tanpa disengaja, namun bila orang tuanya terus mendorong, ia akan mencoba dan mencoba lagi,” kata Powers. Semakin banyak jenis suara yang dilontarkan, semakin baik – karena itu adalah persiapan untuk merangkai vokal dan konsonan menjadi suatu kata.
Bahkan cara Roma menggerakkan tangan dan mengucapkan “Ayya-ya-ya!”adalah tahapan tumbuh kembang. “Awalnya, saat berinteraksi dengan Anda, bayi cukup puas dengan tersenyum dan bergumam. Lalu, sekitar usia sembilan bulan, ia mulai ingin tahu seputar apa yang Anda rasakan tentang sesuatu atau orang lain. Ini merupakan langkah untuk belajar bersosialisasi,” Gopnik bertutur. Begitu anak menunjuk-nunjuk dan mengeluarkan suara, sebenarnya ia memberitahu Anda bahwa ia menyadari adanya sesuatu, dan meminta Anda berbagi pendapat tentang hal itu.

7. Tangan Bayi Suka Iseng

Pada saat menyusunya, tangan satunya berada di belakang kita (samping kita kali yah), sedangkan tangan satunya suka iseng memegang bagian tubuhku yang lain, kadang wajah ku, mata, hidung, atau PD yang satunya, kadang kakinya.  Hal lain terjadi pada saat makan sambil digendong, kadang tangannya tanpa setahu kita sudah meraih yang lain, misalx, gelas, gorden, yang paling sering tubuh peraga pajangan jualan eyang (baju muslim), pernah juga memecahkan gelas beberapa kali sey, maaf yah Eyang….hehe ^_^

Pemecahan misteri: Anda tahu persis kalau banyak mama secara alami bisa melakukan seabrek tugas sekaligus? Nah, begitu pula dengan beberapa anak. Bayi yang gelisah mungkin butuh aktivitas lain untuk menghibur dirinya selagi menyusu. Jika anak makin sulit dialihkan perhatiannya, ini sinyal kalau pikirannya berkembang pesat, kata Eliot. Lama kelamaan anak akan menyadari bahwa sesuatu akan terus ada, sekalipun tidak terlihat dengan kedua matanya.

8.  Ia Kagum Sekali dengan Tangannya

Bayiku senang sekali bermain dengan tangannya, di emmut sampai hampir masuk 1 genggam, hehe, di pukul2kan ke sesuatu yang keras, di lambai-lambaikan, diangkat dan dilihat2 arah gerakan tangannya sepertinya Bayiku heran koq tangan bisa begitu yah

Pemecahan misteri:  “Dia jadi lebih pandai ’mengendalikan’ gerakan tangannya, namun tidak selalu menyadari bahwa dirinyalah yang membuat tungkai dan lengannya bergerak,” kata Powers. “Makanya dia terus menatap tangannya sambil berpikir, ‘Maksud kamu tangan ini tidak bergerak sendiri?’”

9. Apa yang Lucu Nak

Hampir sama dengan point 3, sesuatu hal yang tidak biasa kadang membuatnya tiba2 tertawa terbahak bahak, padahal baru saja menangis. Kadang melihat orang menempel sesuatu di hidung, bayiku bisa langsung tertawa, kadang meluhat orang sisiran, bisa tertawa lagi.  Apalgi kalau bermain Ci-luk-ba

Pemecahan misteri: “Hal yang tak terduga-duga bisa menjadi lucu,” kata Eliot. Roma tahu siapa dibalik tangan yang bermain Vi-Luk-Ba, sehingga menganggapnya sedang melakukan penyamaran yang menggelikan. Dan melihat orang sisiran, dia merasa baru melihat hal ini dan sangat Lucu baginya. Jadi amat menyenangkannya.

10.  Begitu Kipas Angin berputar matanya tidak berkedip

Saat Roma dibawa kemesjid, Bayiku itu selalu terpesona dengan kipas angin, matanya tidak akan berkedip bahkan kepalanya akan bergerak sana sini memperhatikan gerakannya. Sama halnya kalau dibawa ke Time Zone, melihat permainan2 yang berputar dan bercahaya maka matanya akan mengitunya dan so serious, so funny to sea that

Pemecahan misteri: “Bayi selalu terpesona pada sesuatu yang bergerak, dan dari perspektif evolusi hal itu bisa dimengerti,” kata Eliot. “Otak kita dirancang untuk keperluan itu – kita mencari predator alias pemangsa, atau hewan buruan. Tak heran bila si kecil (si pemangsa? hewan buruan?) tidak mau melepaskan pandangan dari kipas angin.”

Sekian dulu yah, semoga artikel ini berguna bagi orang tua-orang tua di Indonesia

^_^

2 Comments (+add yours?)

  1. Sirun
    Jul 28, 2010 @ 07:50:34

    Hahaha.. katanya 10? kok cuman 7?
    Btw, nice info

    Reply

  2. akmasuatan
    Jul 29, 2010 @ 01:02:56

    masih dalam editan, pagi ini dah 10 koq, salam buat cakra, padahal dekat yah, belum sempat2 ngliat Cakra yang bondeng (Bondeng skali di potox)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: