30 Juni 2009

Petualanganku makin mjauh, aku tak pernah mbayangkan akan ke jakarta, bahkan tinggal untuk waktu yang lama. Di sini petualangan itu membawaku pada kehidupan cinta, yang memperkenalkan aku dengan tempat yg bernama cirebon. Karena cinta petualanganku pun akan lama di tempat ini, karena dengan cinta, aku mempunyai tambatan hati dan calon buah cinta kami yang sebentar lagi dg izin Allah akan lahir ke dunia. Menjalani petualangan ini, membuatku berfikir bahwa untuk menjadi seseorang harus banyak yang di korbankan agar mata dan hati terbuka. Menjaga, menemani, mencurahkan kasih sayang, perhatian, waktu, memberikan kekuatan fisik,
Tetapi ku ingin tetap berada di status yang saat ini. Oh, pohon pohon tadi memang hebat, sungguh hebat Allah yang telah merancangmu. Kau lebih hebat bahkan dari makhluk paling sempurna sekalipun. Mungkin aku tak perlu berubah, aku hanya perlu menambah kewajiban menjadi seorang pendamping, seorang wanita yang mempunyai suami. Tanpa perlu merasa terikat dg status. Mungkin dia pun tak perlu merubah apapun dari sikap, sifat, kebiasaan atau apapun, mungkin hanya perlu mengingat bahwa dia mempunyai srg wanita. Beberapa waktu telah berlalu, apakah aku bahagia? Hatiku mjawab aku bahagia, apakah aku senang? Hatiku menjawab, mungkin. Tapi otakku berontak, apakah senang itu mesti dibandingkan dg kesenangan yang orang lain miliki? Apakah di petualanganku kali ini aku ditakdirkan untuk menanggung lagi? Apakah memang seperti itu takdirx? Oh ya Allah sungguh takut aku mengatakanx, sungguh ngeri jika aku mengungkapx rasa ini, sungguh tak pantas di saat aku mendapatkan kbahagiaan disayangi seseorang, sungguh mulia hatimu wahai yang kucintai..
Love for you